Model Scores
Temuan
Q1 20265Deteriorasi Profitabilitas dengan ROE Negatif -62,26%
Return on Equity mencapai -62,26%, sangat jauh dari benchmark sektor manufaktur 10-20%. Kerugian bersih Q1 2026 sebesar Rp 23,4 miliar meningkat 197% dibanding Q1 2025, dengan akumulasi kerugian mencapai Rp 459,8 miliar.
Penurunan Pendapatan Signifikan dengan Trend Memburuk
Pendapatan turun 44% year-on-year dari Rp 123,9 miliar menjadi Rp 68,8 miliar di Q1 2026. Penurunan ini dikombinasikan dengan margin negatif mengindikasikan kehilangan pangsa pasar dan ketidakmampuan kompetitif.
Krisis Likuiditas Akut dengan Runway Kurang dari 2 Bulan
Perusahaan memiliki kas hanya Rp 3,3 miliar sementara hutang jangka pendek Rp 85,1 triliun harus dilunasi dalam 12 bulan. Dengan arus kas operasi negatif Rp 8,6 miliar dan burn rate bulanan Rp 2,9 triliun, runway operasional tersisa kurang dari 1,5 bulan.
Valuasi Tidak Sesuai dengan Fundamental yang Memburuk
Harga saham Rp 140 dengan P/B ratio 3,76x terlalu tinggi mengingat kondisi keuangan yang kritis. Valuasi tidak mencerminkan risiko distress finansial dan potensi kerugian total investasi.
Arus Kas Operasi Negatif Tidak Dapat Melayani Utang
Arus kas operasi negatif Rp 8,6 miliar menunjukkan operasi tidak menghasilkan kas untuk melunasi kewajiban. Debt Service Coverage Ratio negatif -0,46x mengindikasikan ketidakmampuan melayani utang dari operasi normal.
Analysis Tools
19 of 19 toolsJelajahi emiten lainnya
900+ emiten IDX sudah dianalisis. Cari dan bandingkan skor forensik.