Model Scores
Temuan
Q2 20255Deteriorasi Profitabilitas Berkelanjutan
ROE turun drastis dari 2,4% (2023) menjadi 1,01% (Q2 2025), jauh di bawah benchmark sektor 10-25%. Net margin juga menurun dari 2,6% ke 1,6% meskipun revenue tumbuh 72%, menunjukkan inefisiensi operasional yang serius.
Valuasi Ekstrem Tinggi untuk Sektor Komoditas
LMAX diperdagangkan pada P/E ratio 38x-78x yang jauh melebihi median sektor komoditas 5-10x. Trading pada premium 4-8x dari rata-rata sektor mengindikasikan overvaluation dengan margin keamanan negatif dan risiko koreksi harga signifikan.
Beban Operasional Tidak Terkendali
Total beban penjualan dan administrasi mencapai 46% dari pendapatan, jauh di atas efisiensi optimal untuk sektor komoditas. Struktur biaya yang bloated membatasi ekspansi profitabilitas meski gross margin sudah pulih ke 47,6%.
Lonjakan Margin Kotor Tidak Konsisten
Margin kotor meningkat drastis dari 35,6% menjadi 47,65% dalam satu periode, deviasi 12 poin persentase yang melebihi variasi normal 3%. Peningkatan ini memerlukan penjelasan lebih lanjut terkait perubahan pricing atau struktur biaya.
Inefisiensi Penggunaan Aset Operasional
Asset turnover mengalami penurunan drastis dengan kas menumpuk Rp 30,4 triliun (44% dari total aset) tanpa dioptimalkan untuk menghasilkan return. ROA menurun konsisten menunjukkan aset tidak produktif.
Analysis Tools
19 of 19 toolsLihat analisis lengkap dengan 19 tools
Dapatkan skor forensik, 19 alat analisis AI, rasio keuangan, dan seluruh temuan untuk LMAX.
Download FinbitGratis di Google Play