finbit/Metodologi

Beneish M-Score

Model statistik untuk mendeteksi apakah perusahaan memanipulasi laporan keuangannya. Dikembangkan oleh profesor Messod Beneish (1999) menggunakan 8 variabel keuangan.

Interpretasi

M-Score < -2.22Tidak terindikasi manipulasi
M-Score antara -2.22 dan -1.78Area abu-abu
M-Score > -1.78Kemungkinan manipulasi

8 Variabel

DSRIDays Sales in Receivables Index

Kenaikan piutang relatif terhadap penjualan. Angka tinggi mengindikasikan pengakuan pendapatan agresif.

GMIGross Margin Index

Penurunan gross margin. Tekanan margin mendorong manipulasi.

AQIAsset Quality Index

Kenaikan aset non-current selain PP&E. Bisa mengindikasikan kapitalisasi biaya yang tidak semestinya.

SGISales Growth Index

Pertumbuhan penjualan tinggi. Perusahaan growth lebih rentan manipulasi.

DEPIDepreciation Index

Perlambatan depresiasi. Bisa menaikkan laba secara artifisial.

SGAISGA Expense Index

Kenaikan SGA relatif terhadap sales. Mengindikasikan penurunan efisiensi.

LVGILeverage Index

Kenaikan leverage. Tekanan hutang mendorong manipulasi.

TATATotal Accruals to Total Assets

Akrual tinggi vs arus kas. Indikator paling kuat untuk deteksi manipulasi.

Formula

M = -4.84 + 0.920(DSRI) + 0.528(GMI) + 0.404(AQI) + 0.892(SGI)
    + 0.115(DEPI) - 0.172(SGAI) + 4.679(TATA) - 0.327(LVGI)

Bagaimana Finbit menggunakan Beneish M-Score

Finbit menghitung Beneish M-Score secara otomatis untuk setiap emiten IDX berdasarkan data laporan keuangan terbaru. Skor ini menjadi salah satu komponen dalam perhitungan Skor Forensik keseluruhan, bersama dengan Altman Z-Score, Piotroski F-Score, dan 19 alat analisis forensik lainnya.

Berbeda dengan perhitungan manual, Finbit membandingkan M-Score antar periode untuk mendeteksi tren memburuk yang mungkin belum terlihat dari satu snapshot saja.